Penang City Hall

Penang (bagian 3): Tempat Ibadah & Peninggalan Kolonial

Dari Ming Xiang Tai, awalnya saya pengen mampir ke Sekeping Victoria, karena reviewnya lumayan bagus. Tapi berhubung kami baru selesai ngemil & minum, dan dari luar kayaknya tempatnya kurang menarik, kami balik arah ke Lebuh Armenian. Kemudian kami masuk ke Jalan Masjid Kapitan Keling, salah satu jalan utama di zona inti George Town UNESCO World Heritage Site. Dulunya, … Continue reading Penang (bagian 3): Tempat Ibadah & Peninggalan Kolonial

Penang (bagian 2): Berburu Mural

Kalau cuma punya 1 hari di George Town, bisa dipertimbangkan untuk mengikuti George Town Walkabout Tour. Tur berpemandu ini dimulai dari kantor Tourist Information Center di Lebuh Pantai, melewati Queen Victoria Diamond Jubilee Clock Tower, masuk ke Lebuh Light, Jalan Masjid Kapitan Keling, Lebuh Armenian, dan kembali ke Lebuh Pantai. Ada beberapa bangunan bersejarah dan street art yang … Continue reading Penang (bagian 2): Berburu Mural

Cheong Fatt Tze - The Blue Mansion

Penang (bagian 1): Naik Feri & The Blue Mansion

Untuk perjalanan dari Melaka ke Penang, awalnya saya merencanakan naik kereta KTMB yang tiketnya bisa dibeli online seharga RM75. Stasiun terdekat adalah Pulau Sebang/Tampin, sekitar 40km dari Jonker Street. Sayangnya, seminggu sebelum berangkat, semua kursi sudah habis terjual *sedih*. Saya langsung mengubah rencana menjadi naik bus. Ada banyak pilihan jam keberangkatan bus yang bisa dibeli lewat EasyBook, tapi sebaiknya beli jauh-jauh … Continue reading Penang (bagian 1): Naik Feri & The Blue Mansion

Malacca (bagian 2): Sisi Kolonial

Setelah bertualang seharian di hari sebelumnya, hari ini jam 8 pagi, kami berjalan kaki ke Jalan Tokong untuk sarapan dimsum di Low Yong Moh. Sebenernya hotel menyediakan sarapan sederhana, tapi lebih seru makan dimsum di resto lokal kan? Makan sampai kekenyangan berdua habisnya RM36.3. Di Jalan Tokong ada 4 rumah ibadah dari 4 agama, yakni klenteng Cheng … Continue reading Malacca (bagian 2): Sisi Kolonial

Malacca (bagian 1): Sisi Peranakan

Setelah Ayutthaya, beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi tempat lain di daftar UNESCO World's Heritage site. Pagi itu, pesawat mendarat di KLIA2 menjelang pukul 10. Bandaranya besar dan modern, berbeda jauh dengan LCCT yang dulu menampung pesawat maskapai penerbangan bertarif rendah. Setelah melewati imigrasi, saya menuju konter operator GSM. Ada 2 kios operator bersebelahan yakni Digi dan … Continue reading Malacca (bagian 1): Sisi Peranakan