Balairung

Wisata Balai Kota Jakarta

Sejak September 2015, setiap hari Sabtu & Minggu, gedung Balai Kota Jakarta dibuka untuk umum. Masyarakat bisa datang mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore untuk mengikuti Wisata Balai Kota.

Saya datang sekitar jam 1 siang, dan setelah melewati gerbang pemindai logam, langsung ‘disambut’ oleh pemandu wisata. Masing-masing area punya pemandu sendiri, pengunjung tinggal masuk dan mendengarkan penjelasan. Dari Pendopo yang terlihat di foto atas, saya masuk ke Ruang Transit Sunda Kelapa. Di sini tempat tamu dan masyarakat bisa menunggu sebelum bertemu dengan Pak Gubernur.

Ruang Transit Sunda Kelapa

Ruang Transit Sunda Kelapa

Sesudah Ruang Transit, di sisi kanan-kiri ada pintu kantor. Sebelah kiri adalah pintu menuju Ruang Kerja Gubernur, tempat Pak Basuki (Ahok) sehari-hari bekerja. Ruangan ini dikunci dan tertutup aksesnya untuk umum. Di sisi kanan adalah pintu ke Ruang Tamu, ruang yang cukup populer karena sering nongol di tv dan koran, hahahaha.

Ruang Tamu

Ruang Tamu

Masuk ke dalam lagi adalah Ruang Galeri Foto Gubernur, yang dindingnya terpasang foto mantan Gubernur DKI Jakarta, mulai dari Soewirjo sampai… Joko Widodo tentunya😀

Ruang Galeri Foto Gubernur

Ruang Galeri Foto Gubernur

Selanjutnya adalah ruangan Balairung alias aula utama. Ruangan ini cukup besar tapi ngga besar-besar banget kayak ballroom hotel-hotel berbintang. Di sini dipamerkan Al-Qur’an, aneka piala, juga foto-foto pembangunan yang sudah berhasil dan sedang berjalan di Jakarta. Saya sempat lihat ada foto perkembangan pekerjaan MRT dan pembangunan rumah susun yang diperbarui berkala.

Balairung

Balairung

Mumpung ke Balai Kota, tentu harus foto bareng Pak Ahok, hehehehe.

Foto bersama (patung) Pak Ahok

Foto bersama (patung) Pak Ahok

Kemudian saya menaiki tangga dan masuk ke Balai Agung yang sudah diubah menjadi seperti bioskop. Setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 13:00, di Balai Agung diputar film-film nasional. Saat saya datang, film yang sedang diputar adalah Kabayan Jadi Milyuner, yang dibintangi Jamie Aditya dan Rianti Cartwright.

Balai Agung

Balai Agung

Sesudah ngadem dan selonjoran sebentar sambil menonton film, saya lanjut ke lantai 3, tempat pusat kendali Jakarta Smart City (JSC) berada. Ruangannya sih biasa aja, tapi apa yang dikerjakan di sana keren bangeeet. Kalau sudah pernah memakai aplikasi Qlue, pasti tau bahwa kita bisa dengan mudah melaporkan gangguan yang terjadi di lingkungan kita, mulai dari kemacetan, timbunan sampah, kerusakan jalan, sampai pungutan liar. Laporan ini akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, bahkan kadang dalam waktu kurang dari 30 menit! Di ruang JSC ini setiap aduan diproses untuk diteruskan ke lurah, serta diperbarui apakah statusnya belum, sedang, atau sudah ditangani. Menurut pemandu yang bertugas, dalam sehari rata-rata lurah mendapat ratusan laporan. Namun tidak semuanya ‘perlu’ ditangani lurah sendiri. Banyak yg diteruskan ke dinas terkait seperti transportasi dan kebersihan, sementara yang harus ditangani lurah (dan stafnya) biasanya sekitar 50-an kasus per hari.

Jakarta Smart City

Jakarta Smart City

Bukan cuma memproses Qlue, peta JSC juga bisa menampilkan kondisi lalu lintas, posisi bis Transjakarta, CCTV kota Jakarta, lokasi banjir, harga pasaran tanah di semua wilayah Jakarta (bukan NJOP lho), bahkan posisi setiap personil PNS Pemerintah DKI Jakarta, hahahaha. Untuk CCTV, saat ini ‘baru’ terpasang sekitar 700 kamera di seluruh wilayah Jakarta, dengan target keseluruhan pemasangan sampai 6,000 kamera. Jika mengalami musibah atau tindak kejahatan, masyarakat bisa meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian ke JSC, dengan membawa surat laporan kepolisian. Sebagian besar informasi ini bisa diakses publik melalui situs http://smartcity.jakarta.go.id/

Porter Kaki Lima Jakarta

Porter Kaki Lima Jakarta http://kakilima.porter.id/

Saya ngga henti-hentinya berdecak kagum waktu mbaknya menjelaskan tentang JSC dan program2 Jakarta modern lainnya, seperti iJakarta dan Porter Kaki Lima. Betapa semua bergerak ke arah kerja yang lebih mangkus dan sangkil. Juga mengenai pengawasan melekat terhadap kinerja pejabat publik, PNS, dan ‘staf ahli’ (pegawai kontrak) JSC. Ngga jarang, lurah yang terlalu banyak catatan merah (tidak selesai) dalam menindaklanjuti aduan Qlue, kemudian dicopot dari jabatannya. Gaji besar namun turnover rate tinggi, karena mereka memang dibayar untuk ‘kerja’, tidak bisa bermalas-malasan.

Balai Kota DKI Jakarta

Balai Kota DKI Jakarta

Secara keseluruhan, saya cukup merekomendasikan Wisata Balai Kota. Banyaklah bertanya, karena pemandu-pemandunya sangat ramah dan informatif. Jumlah ruangan tidak banyak, jadi tidak perlu terburu-buru. Mengajak anak juga cukup menyenangkan, karena semua ruangan bersih dan dingin. Setiap akhir pekan, selain pemutaran film nasional, ada juga pementasan kesenian, dan pada waktu tertentu, ada juga walking tour khusus. Silakan cek laman event di akun facebook Pemprov DKI untuk info lebih lanjut.

 

Wisata Balai Kota
Jl. Medan Merdeka Selatan no.8, Jakarta Pusat
Jadwal: Sabtu – Minggu pukul 9:00 – 17:00
Pemutaran film: Sabtu – Minggu pukul 13:00
https://www.facebook.com/DKIJakarta/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s