Keraton Kasepuhan

Wisata Keraton Cirebon

Perjalanan dimulai dengan naik angkot menuju Pasar Kanoman, dekat toko oleh-oleh Sinta. Area Keraton Kanoman terletak di dekat pasar, bisa mengikuti petunjuk di google maps atau bertanya ke penduduk sekitar.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman

Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15, namun terpecah menjadi 2 pada abad ke-17, yakni Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Kanoman. Sebenarnya ada 1 lagi yakni Kaprabonan (Paguron) namun ini sifatnya adalah tempat belajar, bukan wilayah kekuasaan.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman (Anom = Muda) didirikan setelah pepecahan tersebut, yakni pada tahun 1678 oleh Pangeran Mohammad Badridin (Kertawijaya). Sayangnya sampai sekarang kondisinya kurang terawat, jadi saya ngga menghabiskan banyak waktu di sini.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Dari Keraton Kanoman, saya menuju Keraton Kasepuhan (Sepuh = Tua) dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di dekatnya. Tata letak keraton di Cirebon mirip dengan keraton-keraton lain di Pulau Jawa, yakni keraton menghadap utara, masjid di barat, pasar di timur, dan alun-alun di tengah. Masjid Agung Sang Cipta Rasa sendiri adalah masjid tertua di Cirebon, dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Guide saya hari itu adalah Pak Ai/Ayi, salah satu sesepuh di sana. Beliau banyak tahu mengenai seluk-beluk sejarah keraton, dan masih kenal dengan keluarga sultan. Jadi kalau ke Kasepuhan, coba cari Pak Ayi deh, highly recommended.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan utama yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 dan komplek keraton Pakungwati (Kasepuhan) yang didirikan pada tahun 1529. Bagian dekat pintu masuk adalah siti inggil, dengan gapura bermotif bentar bergaya arsitektur Majapahit. Bangunan ini masih asli sejak tahun 1529, dengan hiasan piring dan keramik dari tahun 1745.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Di dalam siti inggil terdapat beberapa pendopo/bale yang berfungsi sebagai tempat duduk sultan, pejabat pemerintahan, pengawal, dan pembunyian gamelan, yang sampai saat ini masih digunakan untuk membunyikan Gamelan Sekaten saat Idul Fitri dan Idul Adha. Di area tersebut juga terletak tugu Lingga Yoni.

Kereta Singa Barong

Kereta Singa Barong

Masuk ke bagian dalam keraton adalah bangunan yang lebih baru, salah satunya Museum Kereta Singa Barong. Di museum ini terdapat beberapa peninggalan kerajaan Cirebon, mulai dari lukisan, alat upacara, sampai meriam. Namun yang paling menarik adalah kereta Singa Barong yang dulunya dipakai Sunan Gunung Jati. Kereta ini selain bentuknya indah, konstruksinya sangat canggih karena sudah menggunakan sistem suspensi dari kulit, yang membuat pengendaranya merasa nyaman. Bagian sayap kereta bisa mengepak untuk menghasilkan gerakan yang seperti terbang, juga aliran udara yang sejuk.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Bangunan utama keraton berwarna putih dengan hiasan 2 singa di atas batu karang pada taman di depannya. Singa melambangkan Prabu Siliwangi, sementara batu karang salah satu fungsinya adalah untuk menyaring air yang masuk ke keraton agar tidak terasa asin.

Keramik Eropa

Keramik Eropa

Dinding di bangunan putih dihias oleh keramik kuno dari Eropa, dengan sebagian menunjukkan penggambaran Yesus dan orang suci. Di bagian atas dan bawah dinding diberi ornamen berbentuk mega mendung. Ada juga ukiran berbentuk bunga dan burung.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

Sisi dalam keraton adalah tempat Sultan menjamu tamu dan kerabat. Bagian ini biasaya dikunci dan tertutup untuk umum. Kebetulan pada saat yang bersamaan, ada keluarga Sultan yang datang berkunjung bersama rombongan. Pak Ayi meminta ijin apakah kami boleh ikut masuk ke bagian itu, dan Alhamdulillaah yah, ternyata dikabulkan. Saya bisa melihat keindahan ruangannya meski cuma sebentar.

Museum Benda Kuno

Museum Benda Kuno

Setelah berkeliling ruangan utama di keraton, selanjutnya menuju Museum Benda Kuno. Koleksinya cukup banyak, terutama senjata-senjata dan pakaian hasil rampasan perang. Sayang kondisinya kurang terawat. Sesudahnya, saya menuju Dalem Agung Pakungwati, yakni bagian tertua dari Keraton Kasepuhan yang sebagian bangunannya sudah hancur. Di sini ada sumur kuno yang menghasilkan air tawar, padahal lokasi keraton cukup dekat dengan laut.

Gapura Banteng

Gapura Banteng

Sebelum pulang, saya melewati Gapura Banteng yang memiliki candra sengkala Kuta Bata Tinata Banteng yang artinya 1451 saka = 1529 masehi, tahun saat gapura dan keraton dibangun.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit dari Keraton Kasepuhan, saya sampai ke keraton terakhir yakni Keraton Kacirebonan. Kesultanan Kacirebonan merupakan pecahan dari Kesultanan Kanoman, dan baru berdiri pada tahun 1808. Sultan Kacirebonan I awalnya tidak memiliki istana, dan tinggal di Taman Gua Sunyaragi. Namun sejak beliau wafat, permaisuri yang ditinggalkan mulai membangun keraton pada tahun 1814.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

Karena baru dibangun pada awal abad ke-19, arsitektur istana cukup modern, dengan pengaruh eropa yang kuat. Hiasan keramik pada dinding masih ditemukan, namun tidak sebanyak di Keraton Kasepuhan.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

Kalau waktunya sangat terbatas, saya merekomendasikan untuk ke Keraton Kasepuhan saja, lalu banyak bertanya ke guide-nya mengenai sejarah keraton Cirebon yang lain. Namun kalau waktunya cukup senggang, ngga ada salahnya berkunjung ke ketiganya. Tapi khusus Keraton Kanoman taruh di bagian awal dan jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi, soalnya menurut saya kurang menarik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s