Wat Chai Watthanaram

Ayutthaya Historical Park (Thailand) bagian 2

Dari lokasi terakhir, saya lanjut ke candi berikutnya Wat Phra Sri Sanphet, candi paling penting di Ayutthaya. Berlokasi di dalam area istana, candi ini adalah model untuk candi Emerald Buddha di Bangkok. Sayangnya, sekarang kompleks Istana Ayutthaya sudah tidak tersisa lagi bentuknya, hanya tinggal puing-puing.

Wat Phra Sri Sanphet

Wat Phra Sri Sanphet

Wat Phra Sri Samphet hanya digunakan khusus oleh keluarga raja, bahkan pendeta/biksu tidak boleh tinggal di dalam komplek candi. Candi ini kemudian diperluas, lalu pusat agama Buddha pun dipindah dari Wat Phra Mahathat ke sini. Saat pendudukan Birma pada tahun 1767, emas-emas di Wat Phra Sri Samphet dilebur dan dibawa oleh pasukan Birma. Sisa peninggalan yang ada, kemudian dipindah ke Wat Pho pada masa pemerintahan King Rama I.

Wat Phra Sri Samphet

Wat Phra Sri Samphet

Puas berkeliling di area candi yang luas dan megah, kita bisa mampir membeli aneka makanan dan oleh-oleh. Kayak di candi gede di Indonesia ya, hahahaha.

Cotton candy

Tukang gulali

Berikutnya saya ke Wat Lokaya Sutha, di sisi barat dari Istana Ayutthaya. Di candi ini terhadap patung Buddha berbaring (reclining Buddha) berukuran panjang 42m dan tinggi 8m.

Phra Buddha Sai Yat

Reclining Buddha (Phra Buddha Sai Yat)

Posisi tangan kanan yang menopang kepala Buddha mengarah vertikal, menunjukkan bahwa patung dibuat pada periode Middle Ayutthaya (abad ke-16). Di belakang patung ada bangunan prang/menara gaya Khmer yang dibangun pada periode Late Ayutthaya (sesudah tahun 1629).

Wat Lokaya Sutha

Wat Lokaya Sutha

Kalau googling dengan keyword ‘Ayutthaya’, maka gambar yang muncul adalah candi Wat Chai Watthanaram (Monastery of the Victorious and Prosperous Temple). Mulai dibangun pada tahun 1630 (periode Late Ayutthaya) dan membutuhkan sekitar 20 tahun sampai selesai, Wat Chai Watthanaram sering disebut mirip dengan Angkor Wat dalam skala kecil.

Wat Chai Watthanaram

Wat Chai Watthanaram

Pada perang melawan Birma, Wat Chai Watthanaram mungkin pernah digunakan sebagai benteng. Ini terlihat dari bekas dinding yang diperkuat serta peninggalan meriam beserta bolanya. Sayangnya, sejak pemusnahan Ayutthaya oleh pasukan Birma, candi ini terbengkalai sampai 220 tahun.

Wat Chai Watthanaram

Wat Chai Watthanaram

Lokasi candi ini di pinggir sungai, yang merupakan akses utama pada jaman dahulu. Letaknya berseberangan dengan Istana Siriyalai di sisi lain sungai.

Istana Siriyalai

Istana Siriyalai

Ayutthaya memang penuh dengan peninggalan candi. Kasarnya, tiap belokan ada, hahahaha. Ngga jarang di perjalanan menuju spot berikutnya, kelihatan ada candi menyembul di sisi jalan.

Candi di Ayutthaya

Candi di Ayutthaya

Saya melewati Monumen King Naresuan (1555 – 1605) sebelum sampai di candi selanjutnya. King Naresuan adalah raja Ayutthaya yang paling terkenal karena perlawanannya melawan bangsa Birma. Di sisi monumen ada relief-relief yang menggambarkan momen heroik dari King Naresuan. Sayang saya ngga sempat mampir untuk melihat lebih dekat. Fotonya aja dari sisi belakang, hih!

King Naresuan Monument

King Naresuan Monument

Di belakang monumen King Naresuan terdapat Wat Phukhao Thong (The Monastery of the Golden Mount). Candi ini bergaya Mon-Burmese, dan didirikan pada tahun 1569 saat Birma menduduki Ayutthaya.

Wat Phukhao Thong

Wat Phukhao Thong

Setelah Ayutthaya merdeka kembali, candi ini terbengkalai sampai akhirnya runtuh. Tahun 1744, raja Ayutthaya saat itu, King Boromakot, membangun kembali hingga seperti yang kita lihat saat ini. Kabar terakhir, renovasi sudah selesai dan keseluruhan candi dicat dengan warna putih.

Wat Phukhao Thong

Wat Phukhao Thong

Candi terakhir yang saya datangi adalah Wat Nah Phra Meru/Men (Monastery in front of the Funeral Pyre). Candi ini dibangun pada tahun 1503, dan direnovasi pada masa pemerintahan King Rama III tahun 1835. Di sisi lain dari ubosot/gedung utama ada candi-candi kuno yang menarik. Sayang saya sudah terlalu capek dan kepanasan untuk menjelajah, hehehehe.

Wat Na Phra Men

Wat Na Phra Meru

Berakhir sudah petualangan 3 jam saya mengelilingi Ayutthaya. Masih banyakkk banget candi yang belum saya datangi, juga candi yang baru dilihat sekilas. Kalau ada kesempatan, saya mau banget ke sana lagi. Rasanya kurang puas kalau cuma 3 jam. Butuh waktu seharian penuh atau menginap 1 malam untuk mengunjungi candi-candi utama. Candi utama lho, bukan semua candi yang berpuluh-puluh. Yang perlu diperhatikan juga adalah kondisi cuaca. Datanglah di luar puncaknya musim panas (Maret – Juni), dan jangan lupa membawa payung.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s