WP_20140203_15_23_53_Pro

Baba House (Singapore)

Banyak ‘harta karun’ yang saya temukan saat mempersiapkan liburan murmer ke Singapore tahun lalu. Salah satunya adalah Baba House, rumah bergaya Peranakan Tionghoa yang kini ‘disulap’ menjadi museum. Baba House dibangun pada abad 19 dan merupakan rumah tinggal keluarga Wee Bin, seorang konglomerat keturunan Tionghoa. Pada tahun 2005, Agnes Tan, putri dari Tan Cheng Lock, pendiri Malaysian Chinese Association (MCA), menyumbangkan S$4juta ke National University of Singapore (NUS) untuk membeli rumah tersebut dari keturunan ke-6 Wee Bin, dan merestorasinya.

Baba House

Baba House sebelum dan sesudah restorasi

Restorasi dilakukan selama 2 tahun dengan tingkat ketelitian yang tinggi, hasil kolaborasi antara Urban Development Authority Singapore, NUS Museum, Departemen Arsitektur NUS, dan Program Studi Asia Tenggara NUS. Hasilnya memang luar biasa, bangunan Baba House terlihat seperti baru dengan tetap mempertahankan arsitektur kunonya.

Baba House door screen

Screen/Gebyok di Baba House sebelum restorasi

Bagian yang rusak diperbaiki dengan sedapat mungkin menggunakan material kuno yang ada. Penentuan warna juga dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Kalau warna aslinya kusam ya tidak dibuat kinclong, tetap dipertahankan kusamnya. Baba House juga dibuat tanpa instalasi AC (kecuali di ruang pameran di lantai atas), selain demi mencegah kerusakan jangka panjang akibat perubahan suhu saat mengunakan AC, juga untuk menggambarkan penggunaan ventilasi natural pada rumah tradisional. Tapi ya gitu, siap-siap bawa kipas klo ikut tur yang siang, soalnya gerah banget di bagian rumah yang ngga terbuka.

Baba House door screen

Screen/Gebyok di Baba House setelah restorasi

Untuk menjaga kelestariannya, Baba House hanya dibuka pada waktu tertentu dengan reservasi. Pengunjung bisa mendaftar untuk datang dan mengikut guided tour secara gratis. Pemandu saya waktu itu adalah perempuan Inggris, salah satu dosen tamu/mahasiswi doktoral di Program Studi Asia Tenggara NUS. Tur dimulai tepat waktu (dengan saya sebagai satu-satunya peserta berwajah Asia), dan 1 jam belajar sejarah Peranakan rasanya kurang cukup. Selama tur dilarang mengambil foto, jadi foto-foto di posting ini saya ambil dari pamflet mengenai Baba House keluaran URA.

Baba House ornaments

Ornamen dari pecahan keramik

Tur dibuka dengan cerita mengenai sejarah Peranakan Tionghoa secara umum, sejarah keluarga Wee Bin, termasuk penjelasan simbol dan maskot keluarga. Lalu berlanjut dengan pembahasan eksterior, interior, dan ornamen dalam rumah, beserta fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah tirai/gebyok yang ada pada gambar di atas. Pada jaman dahulu, hanya laki-laki yang boleh leluasa duduk di ruang utama, sementara kaum wanitanya di belakang. Dari celah-celah di gebyok inilah perempuan Tionghoa bisa ‘mengintip’ kondisi yang terjadi di ruang utama. Gebyok yang membatasi pintu utama dengan ruangan dalam juga dipercaya menghalau roh jahat agar tidak mengganggu penghuni rumah.

Baba House - dragon ornaments

Hiasan kolom berbentuk kepala naga

Seperti guided tour di museum Ullen Sentalu Yogyakarta, guided tour di Baba House ini buat saya termasuk yang harus dilakukan, dan sungguh saya ngga keberatan mengulanginya lagi kalau ada kesempatan. Datanglah sebelum waktu yang ditentukan, sempatkan melihat bentuk bangunan rumah lain di Neil Road yang mayoritas bergaya Peranakan Tionghoa (meski sebagian besar sudah direnovasi).

Neil Road

Rumah lain di Neil Road

Berikut ini jadwal yang bisa dipilih untuk mengunjungi Baba House:

  • Senin, 2pm – 3pm
  • Selasa, 6.30pm – 7.30pm
  • Kamis, 10am – 11am
  • Sabtu, 11am – 12pm

Untuk reservasi, bisa menghubungi:
email: babahouse@nus.edu.sg
Telp.: +65 6227 5731

NUS Baba House
157 Neil Road, Singapore
http://www.nus.edu.sg/cfa/museum/about.php (klik pada drop down menu Baba House di sebelah kiri)

2 thoughts on “Baba House (Singapore)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s