Dermaga Iboih Inn

Sabang (Aceh) bagian 2: Iboih dan Pulau Rubiah

Sekitar 20 menit dari Tugu Kilometer Nol, kami sampai di Teupin Layeu, dermaga di pinggir Pantai Iboih. Saya berpamitan dengan Bang Dahlan, dan beliau berjanji menjemput saya esok hari sekitar jam 12. Di Teupin Layeu ini cukup ramai, banyak resto/warung, operator snorkeling/diving, penyewaan kendaraan & kapal, serta penyedia akomodasi. Menurut informasi guide saya di Rubiah, jika ingin melakukan aktivitas di Iboih/Rubiah, sebaiknya langsung hunting dan nego di sini. Kalau via supir yang membawa kita, biasanya harga sudah dinaikkan.

Teupin Layeu, Iboih

Teupin Layeu, Iboih

Di Iboih, penginapannya terletak di pinggir pantai tanpa pasir, dan akses yang umum adalah lewat laut (kapal kecil). Ada sih jalan setapak, tapi lebih nyaman digunakan untuk penginapan yang dekat dermaga. Kalau jauh kayak Iboih Inn (kurleb 500m) ya lumayan gempor jalannya, plus gelap gulita saat malam hari.

Jalan setapak di Iboih

Jalan setapak di Iboih

Harga kamar di Iboih Inn sudah termasuk penjemputan ke dermaga dengan shuttle boat mereka. Kalau penginapannya tidak menyediakan kapal, bisa menggunakan jasa kapal di Teupin Layeu dengan tarif sekitar 50rb.

Shuttle boat Iboih Inn

Shuttle boat Iboih Inn

Iboih Inn adalah penginapan yang paling populer di sini, salah satunya karena ownernya memberikan informasi yang cukup lengkap di websitenya. Menurut guide saya, untuk penduduk lokal banyak pilihan penginapan lain yang lebih murah, tinggal pilih mana yang cocok saat di Teupin Layeu, lalu go show. Yang cukup besar, saya liat ada Yulia’s dan Eric Greenhouse, atau bisa juga menginap di dekat dermaga, supaya gampang ke mana-mana saat magay di penginapan.

Dermaga Iboih Inn

Dermaga Iboih Inn

Kamar di Iboih Inn mulai dari 2o0rb untuk budget room (kipas angin, tanpa AC), lalu 350rb – 490rb untuk deluxe room. Untuk tanggal yang saya mau, kamar yang tersedia tinggal Deluxe Jungle Sea View Room, dan ternyata jarak antar kamar tidak begitu jauh dengan dermaga/laut.

Iboih Inn

Iboih Inn

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Kamarnya bersiiih dan rapi. Saya pikir bangunan baru, tapi stafnya bilang sudah beberapa tahun. Ada kasa penutup nyamuk juga, tapi ngga banyak nyamuk kok. Saya yang biasanya diidolai nyamuk (dan sempat was-was karena ngga bawa mosquito repellant), saat di Iboih Inn cuma ketemu nyamuk 1-2x saja.

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Di dalam kamar ada dispenser air panas & tidak panas (bukan dingin). Power outlet juga berlimpaaah, saya hitung ada sekitar 9 lubang (termasuk beberapa colokan T). Saat listrik mati, Iboih Inn punya genset untuk menyalakan lampu darurat. Sinyal XL dan Telkomsel cukup OK, dan di resto ada hotspot wifi gratis.

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Deluxe Jungle Sea View Iboih Inn

Bagian yang paling saya suka adalah kamar mandinya. Dengan toilet dan shower modern, separator kaca dan lantai full keramik yang juga bersih. Sayangnya saat saya mandi, airnya tidak bisa panas, hanya sejuk-sejuk saja. Sebaiknya saat check-in dicek dulu kondisi pemanas air mandinya.

Kamar mandi Iboih Inn

Kamar mandi Iboih Inn

Saat duduk-duduk di dermaga, saya perhatikan airnya jernih sekali, dan banyak ikan warna-warni berkeliaran. Saya spontan menyewa snorkeling gear, ada pelampung, goggles, dan kaki katak yang masing-masing bertarif 15rb/hari. Sebagian besar resto/warung dan penginapan di pinggir pantai (baik di Iboih, Gampang, Sumurtiga, dsb.) menyewakan perlengkapan snorkeling dengan harga rata-rata 15rb/item. Staf Iboih Inn mengingatkan supaya tidak snorkeling dekat-dekat daratan, karena di karang suka menempel bulu babi. Saya langsung menyemplung dari ujung dermaga, dan asik menikmati pemandangan bawah air di depan penginapan. Tak disangka, ternyata arus air sedang kencang, dan dalam sekejap saya terbawa menjauhi dermaga. Pelan-pelan saya mencoba melawan arus, namun sulit sekali karena saya tidak memakai fin (emang ngga bisa pakainya, hahaha). Saya lalu berteriak meminta pertolongan kepada staf Inn, sebelum hanyut terlalu jauh. Staf penginapan dengan sigap langsung terjun ke air dan membawa saya ke dermaga. Kami lalu snorkeling bersama di sisi lain dermaga, supaya saat hanyut posisinya tidak menjauh. Ngga berapa lama saya capek berenang melawan arus, lalu memilih untuk mengaso di dermaga sambil mengobrol bersama Mulia, staf penginapan yang menolong saya.

Dermaga Iboih Inn

Dermaga Iboih Inn

Hari menjelang malam, lalu matahari terbenam sekitar pukul 7. Saya mandi dan berganti baju, kemudian turun ke resto untuk makan malam. Inilah kelemahan tinggal di Iboih Inn yang cukup jauh dari dermaga Teupin Layeu, kalau malam ngga bisa ke mana-mana, hehehe. Pilihan makan di resto tidak banyak tapi cukup enak, dengan kisaran harga untuk nasi + lauk protein sekitar 30rb-an.

Resto di Iboih Inn

Resto di Iboih Inn

Habis makan malam saya langsung mengantuk, dan sukses tidur selama 11 jam sampai keesokan paginya, hahahaha. Paginya setelah sarapan sekitar jam 8, saya meminta Mul untuk mengantar ke Pulau Rubiah. Ini juga salah satu kelebihan tinggal di Iboih Inn, yakni shuttle boatnya bisa digunakan untuk mengantar tamu ke Pulau Rubiah yang terletak di seberang penginapan, dengan tarif 30rb/pax min. 2 pax. Tapi kalau perginya beramai-ramai, saya sarankan sekalian menyewa kapal supaya bisa berkeliling ke beberapa spot snorkeling di Rubiah. Sayangnya saya lupa memakai kamera saat di Rubiah, hahahahaha. Btw kalau tidak punya kamera bawah air, bisa menyewa di Iboih Inn seharga 100rb/4 jam.

Pulau Rubiah di seberang dermaga Iboih Inn

Pulau Rubiah terlihat dari jauh, di seberang dermaga Iboih Inn

Secara umum sih pemandangan bawah laut Pulau Rubiah lebih cantik daripada Iboih, dan cukup banyak spot yang bisa dijelajahi. Saya lagi-lagi bertemu teman baru bernama Darwin, guide saya di sana. Kalau mau menggunakan jasa guide snorkeling, tarif resminya adalah 150rb/hari. Namun menurut Darwin, dia lebih suka diberi seikhlasnya. Mungkin maksudnya kalau rombongannya sedikit atau sendirian seperti saya, harganya bisa lebih murah. Kami mengobrol cukup lama sambil menunggu Mul dengan kapalnya menjemput saya. Darwin bercerita tentang bagaimana mayoritas anak muda Sabang sudah bisa mencari uang sendiri dari sektor pariwisata. Waktu saya bilang pernah ke Karimunjawa, Darwin dengan antusias bercerita bahwa operator diving/snorkeling di sana dulunya berguru dari master diver Sabang. Dia juga bercerita kalau timnya menang kompetisi diving yang diadakan di Karimunjawa. Jangan-jangan Mas Monel, guide saya di Karimunjawa dulu, kenal sama dia? Hahahaha.

Perairan Iboih - Rubiah

Perairan Iboih – Rubiah

Sayangnya saya ngga bisa berlama-lama ngobrol, karena Mul sudah datang dengan shuttle boat. Saya lalu kembali ke Iboih Inn, bersiap-siap untuk check-out dan menuju dermaga Teupin Layeu, melanjutkan perjalanan dengan Bang Dahlan. Nanti di tulisan berikutnya ya.

 

Darwin (guide snorkeling/diving Pulau Rubiah): 085262703007
Kalau jadi menggunakan jasa beliau, titip salam dari saya ya🙂

Iboih Inn
Teupin Layeu, Iboih
email: iboih.inn@gmail.com / contact@iboihinn.com
Telp.: +62 811 841 570 / +62 812 699 1659
http://welcome.iboihinn.com/
Seumpama jadi menginap di sini, titip salam untuk Mulia ya🙂

8 thoughts on “Sabang (Aceh) bagian 2: Iboih dan Pulau Rubiah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s