Pantai Sumurtiga di depan Freddies Santai Sumurtiga

Sabang (Aceh) bagian 1: Pantai Sumurtiga dan Kilometer 0

Sabang adalah sebuah kota yang terdiri dari beberapa pulau, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar. Di P. Weh ini juga terdapat pusat pemerintahan keseluruhan kota Sabang, yakni di Sabang (bingung ngga? Hahahaha). Dari rencana awal yang hanya 1 malam, saya memundurkan jadwal pesawat pulang, supaya bisa menghabiskan 2 malam di Sabang. Tanpa itinerary, bahkan sewa kamar pun baru confirm 1 malam. Tidak ada kecemasan yang berlebihan, ngga seperti biasanya kalau saya belum punya rencana fix sebelum berangkat liburan. Oh well, there’s always a first time for everything, right?

Jam masih menunjukkan pukul 7:55, namun antrian calon penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh sudah cukup panjang.

Antrian di loket kapal cepat

Antrian di loket kapal cepat

Pilihan menuju Sabang dari sini adalah naik kapal cepat selama 45 menit, atau kapal ferry selama 2 jam. Demi kenyamanan, saya memilih kapal cepat. Ada beberapa operator kapal cepat ke P. Weh dan jadwal kadang sedikit berubah (mirip kapal ke Karimunjawa), jadi ada baiknya cek dulu sebelum hari keberangkatan.

Jadwal kapal cepat per Juni 2014

Jadwal kapal cepat per Juni 2014

Kelas VIP dan Eksekutif sama-sama ber-AC, sementara kelas Bisnis menggunakan kipas angin di dek atas. Untuk eksekutif, tiket bisa dibeli sekaligus pulang-pergi jika tersedia. Sayangnya waktu itu petugasnya mengatakan tiket Sabang – Banda Aceh sudah habis untuk hari minggu, jadi saya hanya membeli tiket berangkat yang VIP (95rb).

Obyek wisata di Sabang

Obyek wisata di Sabang

Kapal dari Sabang merapat di Ulee Lheue sekitar pukul 8:45, jadi sebaiknya sebelum jam 9 sudah ambil posisi mengantri masuk kapal. Tiket tidak menuliskan seat number, jadi semakin cepat masuk artinya bisa memilih kursi idaman:

  • Leg room yang lebih luas, karena masing-masing baris tidak sama lebarnya
  • Posisi duduk yang berlawanan dengan arah matahari. Saat berangkat dari Banda Aceh, kapal bergerak ke arah utara, jadi carilah kursi di sisi kiri (jika naik kapal pagi), atau sisi kanan (kapal sore). Saat pulang dari Sabang, kapal bergerak ke selatan, jadi duduklah pada posisi sebaliknya.
  • Goncangan saat kapal melawan ombak lebih terasa di dek depan, jadi carilah kursi di baris sebelakang mungkin.

Dek VIP terletak di lantai atas kapal, posisi depan. Jumlah kursi hanya 30, sehingga cukup cepat habis tiketnya.

VIP class kapal express Sabang

VIP class kapal express Sabang

Tepat jam 9:30 kapal berangkat, dan merapat di Pelabuhan Balohan (Sabang) 45 menit kemudian. Sabang tidak seketat Banda Aceh dalam urusan dress code, tapi memang saya lihat penduduk perempuannya semua berjilbab. Saya menuju loket untuk membeli tiket pulang, namun sayangnya sudah tutup. Loket hanya buka dan mulai menjual tiket kira-kira 2 jam menjelang jadwal keberangkatan kapal cepat. Di tengah jalan, saya bertemu tukang ojek yang menawarkan jasanya. Saya tanya, berapa ongkos ke kota Sabang? Dia jawab 20rb, cukup masuk akal dan saya pun menyepakatinya. Sepanjang jalan kami mengobrol, dan tukang ojek yang bernama Bang Dahlan pun tak segan memberi masukan rute yang sebaiknya saya ambil. Saya tau bahwa perairan Iboih tutup  setiap kamis malam sampai jumat sore, jadi ngga ada gunanya saya langsung menuju ke sana.

Hari larangan di Iboih

Hari larangan di Iboih dan Gampang, diambil dari http://bit.ly/1vlMAva

Bang Dahlan lalu mengantar saya ke daerah Pantai Sumurtiga, sekitar 20 menit perjalanan naik motor. Setelah melihat kamar di penginapan kecil dekat pantai, kami menuju resort Freddies Santai Sumurtiga. Saya memesan makan siang di restonya, sambil menunggu Bang Dahlan sholat jumat dan menjemput saya sekitar jam 2. Harga makanan di resto cukup masuk akal, mulai belasan ribu untuk omelet, pancake dan mie goreng, sampai 50rban untuk pizza. Pemandangannya juga surgawi, tepat di bibir Pantai Sumurtiga yang putih halus laksana beludru. Harga sewa kamar di resort juga terjangkau, mulai 300rban. Sayang saat saya hubungi sebelumnya, manajemen mengatakan kamar mereka sudah sold out untuk seminggu.

Pantai Sumurtiga di depan Freddies Santai Sumurtiga

Pantai di depan Freddies Santai Sumurtiga

Di resto, saya sempat berkenalan rombongan yang terdiri dari 5 perempuan muda. Ternyata mereka mahasiswi dari Medan, naik bis selama 12 jam ke Banda Aceh, lalu menyeberang ke Sabang. Mereka menyewa kamar di Iboih, juga mobil dan supir untuk berkeliling. Kami mengobrol ngalor-ngidul, mereka juga setengah bercanda mengatakan bahwa sehari-hari makan mie instan dan nasi (membawa rice cooker), baru hari ini makan mewah di luar, hahaha. Sayangnya obrolan harus terpotong karena Bang Dahlan sudah datang untuk mengantar saya ke tujuan berikutnya.

Penginapan di sepanjang Pantai Iboih

Penginapan di sepanjang Pantai Iboih

Tugu Kilometer Nol terletak di ujung barat laut P. Weh, sekitar 45 menit perjalanan motor dari Pantai Sumurtiga. Jalanan di Sabang secara keseluruhan cukup mulus, meski di beberapa ruas hanya cukup untuk 2 lajur. Kami melewati pantai dan bukit, serta sesekali ada gerombolan monyet di pinggir jalan. Menjelang Tugu, melintas beberapa ekor babi hutan yang cukup jinak (sayang pas di tugu saya malah ngga ketemu babi hutan). Tugu Kilometer Nol ini cukup bersih, namun ada beberapa bagian yang kurang terawat. Pemandangan di bukitnya lepas ke Samudera Hindia, pasti cantik kalau didatangi saat menjelang matahari terbenam.

Kilometer Nol

Kilometer Nol

Untuk penduduk lokal, masuk ke Kilometer Nol tidak dipungut biaya. Di sana juga kita bisa membuat sertifikat kehadiran, untuk menunjukkan bahwa kita pernah ke sana, hahahaha (saya sih ngga buat). Dari Kilometer Nol kami bergerak ke Iboih, saya lanjutkan di tulisan berikutnya ya?

 

Bang Dahlan (ojek): 085277924066
Kalau jadi menggunakan jasa beliau, titip salam dari saya ya🙂

Freddies Santai Sumur Tiga Resort
Jalan Kyai Haji Agus Salim
email: santaisumurtiga@yahoo.com.au
Telp.: +62 813-6025-5001
http://santai-sabang.com/

3 thoughts on “Sabang (Aceh) bagian 1: Pantai Sumurtiga dan Kilometer 0

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s