Museum Adityawarman

Padang

Hari selasa, hari keempat sekaligus hari terakhir perjalanan kami di tanah Minang. Sesudah sarapan basa-basi di hotel, jam 8an kami bergerak ke Pantai Air Manis, sekitar 45 menit dari pusat kota Padang. Uniknya, perjalanan ke Pantai Air Manis ini harus melewati jalan yang menanjak dan berliku seperti pegunungan, baru kemudian keliatan pantainya. Seru deh, meski sinyal hp nyaris sirna di daerah situ.

Pantai Air Manis pasirnya berwarna kecoklatan, dan sayangnya banyak sampah. Garis pantainya cukup panjang, dengan Batu Malin Kundang terletak di ujung terjauh. Di dekat Batu Malin Kundang, ada relief buatan yang menceritakan tentang sejarah Malin Kundang, namun sayang tertutup oleh kios-kios makanan yang berjejer di situ. Untuk mendapatkan sudut yang bagus dalam memfoto Batu Malin Kundang beserta kapalnya pun cukup sulit karena salah satu sisinya dipenuhi kios makanan.

Batu Malin Kundang

Batu Malin Kundang

Jujur, saya dan teman-teman meragukan keaslian Batu Malin Kundang ini. Apalagi bentuk kapalnya yang terlalu mirip dengan kapal asli, jadi malah seperti buatan. Menurut tukang foto instan yang beroperasi di situ, batu ini memang sebagian asli dan sebagian buatan, terutama di bagian kapal. Untuk Malin Kundang sendiri menurut si bapak masih asli, kecuali bagian kepalanya (keliatan banget ya semennya, hehehe).

Jam di tangan saya masih menunjuk pukul 9:30, dan menurut itinerary yang saya buat, hari itu seharusnya kami beach hopping ke Pantai Bungsu, Carolina, sampai Painan. Sayang cuaca kurang mendukung, Padang dilanda hujan deras yang membuat kami memutuskan untuk main-main di sekitar Padang saja. Berhubung perut sudah lapar (lagi), kami pun meluncur ke RM Pagi Sore. Sesudah makan dan kenyang, rombongan kembali ke hotel untuk packing dan checkout.

Sekitar jam 1 kami meninggalkan hotel, menuju Es Duren Iko Gantinyo, lalu lanjut ke salah satu icon kota Padang, yaitu Jembatan Siti Nurbaya.

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya

Bisa dilihat betapa mendungnya hari itu. Saat kami berpindah-pindah spot tempat makan pun, hujan deras dan gerimis silih berganti. Tapi kami semua bersyukur karena hujan cuma datang di hari terakhir, bukan di saat/menjelang perjalanan kami melihat bunga Rafflesia. Dari Jembatan Siti Nurbaya, kami bergerak ke Museum Adityawarman.

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Awalnya museum ini ngga masuk dalam itinerary saya, karena selain jadwal kami sudah padat , saya agak meng-underestimate museumnya. Ya museum negeri, dikelola oleh pemerintah daerah pula, HTM-nya pun cuma beberapa ribu rupiah. Begitu masuk, ternyata saya salah. Museum ini lengkap dengan replika aneka rumah adat Minangkabau (baru tau, bentuk rumah suku Minang yang tinggal di pesisir pantai berbeda dengan yang lain), pakaian adat berbagai daerah di Minangkabau, aneka jenis makanan hantaran resepsi, perhiasan adat, perabotan jaman dahulu, sampai replika tulang belulang manusia purba dan hewan yang dikeraskan.

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Displaynya juga cukup bagus, masing-masing benda pameran diberi keterangan yang cukup lengkap. Kalau mau berkeliling dengan niat dan membaca penjelasannya satu-persatu, mungkin butuh waktu 2 jam lebih untuk menikmati keseluruhan obyek pameran. Untungnya, selain penyejuk ruangan dan sirkulasi udara yang baik, kebersihan area museum cukup terjaga, jadi menambah kenyamanan pengunjung. Tidak terasa, menjelang jam 4 sore kami bergerak ke luar museum untuk menuju Resto Martabak Hayuda, menikmati martabak kubang dan roti canenya. Habis itu berhubung masih penasaran dengan Es Duren, kami menuju Ganti Nan Lamo namun di cabang lainnya. Sebelum menuju bandara MIA, kami tak lupa membeli nasi goreng di Resto Kubang untuk bekal makan malam.

Photo set Museum Adityawarman
https://www.flickr.com/photos/41912023@N07/sets/72157633967700705/

Photo set Padang (kunjungan pertama saya, thn 2008)
https://www.flickr.com/photos/41912023@N07/sets/72157634292302783/

Info-info ini saya ambil dari The Aroengbinang Travelog

Pantai Air Manis
Kecamatan Padang Selatan
Padang, Sumatera Barat
GPS -0.99328, 100.36394

Jembatan Situ Nurbaya
Kawasan Kota Tua, di pertemuan
Jl. Nipah, Jl. Kelenteng dan Jl. Batang Arau
Kota Padang
GPS -0.9649059, 100.3587878

Museum Adityawarman
Jl Diponegoro 10
Padang, Sumatera Barat
GPS: -0.95527, 100.35613

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s