Lawang Sewu

Lawang Sewu

Lawang Sewu (Pintu Seribu) adalah gedung yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada awal abad XX. Peruntukannya sebagai kantor dan asrama jawatan Kereta Api, namun saat Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 – 1945, basement Lawang Sewu diubah menjadi penjara bawah tanah. Dengan begitu banyak kisah tragis yang terjadi di sini, tidak heran jika sejarah Lawang Sewu sering dibumbui dengan cerita mistis.

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Setelah renovasi, Lawang Sewu terlihat makin terawat dan cantik, tanpa (terlalu banyak) kehilangan sentuhan masa lalunya. Tiket masuknya 10rb/orang dan dianjurkan untuk menyewa guide dengan tarif 30rb/guide. Uniknya, guide di Lawang Sewu ini rata-rata bisa melihat mahluk gaib. Saya 2x ke sana dan kedua guidenya bisa, jadi petualangan menelusuri gedung bersejarah ini makin seru. Saya ngga akan banyak menulis soal cerita-cerita dari guide, biar pembaca merasakan sendiri, hehehe.

Lawang Sewu

Bekas Ruang Kantor

Selain suasana mistisnya, arsitektur Lawang Sewu pun bisa menimbulkan decak kagum. Kaca-kaca patri cantik, wastafel, toilet, serta benda-benda berumur lebih dari seratus tahun yang tak lekang dimakan jaman. Lawang Sewu dirancang dengan banyak jendela-jendela besar serta sistem pendinginan alami menggunakan air di bawah tanah, jadi selalu sejuk.

Lawang Sewu

Penjara Bawah Tanah

Kalau datang siang hari, bisa turun untuk melihat penjara bawah tanahnya. Tiket 10 – 20rb (lupa, hahaha) termasuk sewa sepatu boot. Sebaiknya membawa lampu senter atau senter dari hp karena cukup gelap. Siapkan hati dan mental karena selain atmosfirnya terasa dingin, cerita tragis tentang kekejaman Jepang di penjara itu bisa bikin bulu kuduk merinding.

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Kalau berani juga, bisa ikut wisata malam yang dimulai jam 7 – 9 malam. Rutenya mirip wisata siang (kecuali penjara bawah tanah), tapi suasananya tentu lebih mencekam. Percaya atau tidak, 2 teman saya yg biasanya ga bisa lihat hal-hal ghaib, saat naik tangga tiba-tiba merasa ada anak kecil berlari melintas. Dan tentu saja, habis itu wajah mereka langsung pucat, hehehe. Untung saya aman-aman aja *ketok-ketok meja*.

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Jadi menurut saya, kalau sempat boleh deh 2x ke Lawang Sewu. Sekali di siang hari untuk melihat penjara bawah tanah, dan sekali di malam hari untuk pengalaman yang lain daripada yang lain. Oh iya, ada baiknya untuk mencari info terkini dulu sebelum berangkat, karena jadwal wisata malam kadang berubah.

 

Lawang Sewu
Jl. Pemuda,
Komplek Tugu Muda, Semarang
Telp: (024) 354 2015

One thought on “Lawang Sewu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s