KL Sentral

KL Sentral (Malaysia)

Berhubung saya ke Kuala Lumpur (KL) naik AirAsia, maka turunnya di Low-Cost Carrier Terminal (LCCT), bukan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Sebenernya antara 2 bandara ini jaraknya ngga jauh, tapi ngga bisa dilintasi dengan jalan kaki lurus, harus muter (ada shuttle bus). Dari LCCT ke pusat kota KL bisa naik taksi (sekitar RM80) atau naik bis (sekitar RM9). Klo udah beli tiket Skybus AirAsia bisa langsung naik, tapi klo engga pun, ada armada bis lain yang langsung jalan. Posisi terminal bis ini klo udah ngelewatin imigrasi & pintu keluar, langsung belok kiri dan jalan teruuus aja. Keliatan kok bis-bis gedenya. Di jalan tol KL, bis gede ada speed limitnya dan motor boleh masuk, jadi tentunya lebih cepet klo naik mobil pribadi/taksi. Klo naik bis, 1 jam lebih kemudian baru sampai di KL Sentral, pusat jaringan transportasi di KL.

Turun dari bis bandara, bisa naik eskalator 1 lantai untuk masuk ke gedung utama KL Sentral. Agak mirip Blok M deh, selain ada hub interkoneksi transport (dalam hal ini kereta), juga banyak kios, toko, resto, dan sebagainya. Oh iya, ada juga fasilitas musholla, tempat mandi, locker, serta penitipan koper. Saya pernah pakai penitipan kopernya, namanya Madame Keeper. Posisi di lorong dekat McDonald’s lt.1, lurus aja sampai sebelum Subway. Tarif 24 jamnya cukup terjangkau, RM12 untuk koper gede dan RM6 untuk koper kecil.

Dari KL Sentral ke lokasi tujuan lainnya bisa naik taksi yang sering ngantri (pake kupon, di lt.1 juga), KTM Komuter, LRT, dan monorail. Sayangnya, lokasi stasiun monorail KL Sentral belum terintegrasi sama gedung utama, jadi harus jalan kaki dulu sekitar 400m ke luar. Untuk tiket kereta dan monorail di KL, ada yang single trip atau beli kartu terusan. Saya kebetulan beberapa kali ke KL, jadi lebih suka pakai kartu terusan (semacam EZ-Link klo di Singapura), namanya Touch n Go. Mirip EZ-Link, Touch n Go bisa dipake untuk bayar tiket kereta (LRT, KTM, monorail, KLIA Express) maupun bis RapidKL, klo taksi belum bisa. Touch n Go bisa dibeli di KL Sentral  dan bisa di-top up dalam pecahan RM10.

Taksi kupon juga bisa jadi pilihan, terutama klo barang bawaannya banyak. Dari KL Sentral ke Bukit Bintang tarifnya sekitar RM20, cuma sedikit lebih mahal daripada kalau naik taksi argo. Sayangnya cari taksi argo di pusat kota KL cukup sulit, apalagi di area KL Sentral. Daripada ribet mending naik taksi kupon deh.

Klo berjiwa petualang, bisa juga naik bis dari sekitar KL Sentral. Yang perlu diingat adalah ngga semua bis terima pembayaran cash, terutama bis RapidKL. Klo udah punya kartu elektronik (misal Touch n Go), cara pemakaiannya segampang EZ-Link, tinggal tap kartunya di pintu masuk bis, trus tap lagi pas keluar bis. Untuk tau rute-rute bis RapidKL, bisa buka webnya. Ngga selengkap gothere-nya Singapura sih, tapi lumayanlah. Halte bis di KL ngga seheboh Singapura, apalagi di daerah pemukiman/pinggiran. Saya sempat bingung waktu nunggu bis di daerah SS2 (Petaling Jaya) karena haltenya ngga jelas, akhirnya malah naik taksi. Untungnya, taksi di daerah pinggir gitu rata-rata mau pake argo, jadi ngga terlalu mahal juga.

Info lebih lanjut soal KL Sentral, termasuk layout bangunannya bisa dilihat di
http://www.stesensentral.com/buildings_fplan1.php

One thought on “KL Sentral (Malaysia)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s