Goa Gajah

Bali Day 3: Monkey Forest & Goa Gajah

Ini ditulis capek-capek ternyata lupa nge-save. AAAARGHHHHHHHH *banting keyboard*

Monkey Forest ini deket sama tempat saya nginep di Ubud. HTM-nya 25rb klo ngga salah, HTM paling mahal untuk kategori pura / wisata alam. Kami dateng jam 10 pagi dan tempatnya masih bersih banget. Entahlah klo udah sore, semoga tetep bersih ya karena di sana banyak petugas kebersihan dan penjaga keamanan. Udaranya sejuk dan humid, makanya di foto keliatan kan saya keringetan mulu, hahahahaha. Monyet di sini cukup jinak dibanding monyet di Uluwatu. Tapi tetep ngga boleh deket-deket, terutama ke bayi/anak monyet karna bisa dipastikan emaknya bakal galakin kita🙂

Monkey Forest

Monkey Forest

1 jam-an keliling Monkey Forest, kami lanjut ke Goa Gajah, ga sampe 15 menit deh dari situ. Di pintu masuk setelah bayar HTM, saya dipinjemin kain buat menutupi kaki, trus musti jalan menurun karena posisi area puranya di lembah. Sejarah Goa Gajah sendiri masih belum jelas, kemungkinan dibangun sekitar abad IX masehi, dan merupakan area tempat ibadah yang digunakan oleh umat Hindu & Buddha.

Goa Gajah

Goa Gajah

Pertama-tama kita akan ketemu tempat pemandian suci yang dibagi dua antara laki-laki dan perempuan. Selanjutnya adalah Goa Gajah sendiri, gua batu yang di mulutnya penuh pahatan relief flora dan fauna. Sebenernya bentuk gajah sendiri ngga muncul, tapi penduduk sekitar sejak jaman dahulu sudah menyebutnya Goa Gajah / Lwa Gajah. Di dalam goa sendiri berbentuk lorong bercabang seperti huruf T, dengan relung-relung berisi arca, beberapa berbentuk lingga. Ada juga semacam altar yang dipercaya dulunya digunakan oleh bhiksu Buddha. Di luar goa juga ada patung dewi Hariti, raksasa pemangsa anak-anak yang kemudian memeluk agama Buddha dan menjadi dewi kesuburan & pelindung anak.

Goa Gajah

Goa Gajah

Di bagian belakang ada kolam dan taman yang asri, serta patung Buddha. Lebih belakang sesudah menyeberang sungai dan menaiki beberapa anak tangga, kita bisa menemukan Pura Hindu. Ini menunjukkan bahwa umat Buddha & Hindu hidup berdampingan dengan baik sejak jaman dahulu kala.

Balik dari Goa Gajah masih jam 12 siang, langsung lanjut ke Pasar Sukawati. Di sana makan bakso (yang ternyata penjualnya orang Sidoarjo, tetangga kampung sama Om saya), trus blusukan pasarnya. Pasarnya penuuuh (mungkin karna itu hari sabtu ya), jadi sebentar aja saya udah ngga tahan. Berhubung cuaca cukup enak, kami memutuskan untuk jalan ke Denpasar, hehehe.

Yang dituju cuma 1, Jl. Nusakambangan yg ada toko Krisna & Erlangga sebelahan. Karna udah sempat mampir Sukawati, saya jadi ada gambaran harga-harga barangnya. Ternyata emang bener, Sukawati lebih murah (klo bisa nawar), tapi ngga terlalu jauh kok bedanya. Puas keliling, kami balik ke Ubud. Di jalan sebelum Ubud ketemu pasar yang udah sepi (malam), tapi di depannya banyak tukang jual makanan. Makan bertiga pake ayam, sate, dsb habisnya ngga sampe 50rb, hahahaha. Yang jelas bapak & adik lahap makannya🙂

 

Mandala Wisata Wenara Wana
(Sacred Monkey Forest Sanctuary)
Address : Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud
Phone : +62 361 971304, 972774
Email : info@monkeyforestubud.com
Website : http://www.monkeyforestubud.com

Toko Krisna
Jl. Nusa Kambangan 160A, Denpasar
Telp. (0361) 8423573, (0361) 8423574
http://krisnabali.co.id/

UD Erlangga
Jl. Nusa Kambangan 162
(0361) 234844

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s