Pura Taman Ayun

Warung Satria & Pura Taman Ayun (Bali)

Tepat jam 12, mobil penjemput saya dateng. Saya dapet harganya yg lumayan dari Asia Travel, 150rb untuk 24 jam sewa Avanza (excluding driver & petrol).

First stopnya ke Denpasar, 30 menit-an dari Sanur, mamam Nasi Campur Bali di Warung Satria. Nasi campurnya lengkap banget, ada sate ayam, sate tuna, ayam suwir, lawar kacang panjang, sayur daun singkong, kulit ayam goreng, telur ayam rebus bumbu kuning, semacam bothok dari ikan, ngga lupa taburan kacang tanah goreng, dan semuanya rasanya pedesss (kecuali kacang tanah goreng). Buat minumnya saya pilih es daluman dan *tentunya* es teh tawar. Daluman ini semacam cincau tapi lebih lembut dan lengket, disajikan pake es batu, santan, juruh/kinca gula merah, dan mutiara (yang buat bikin Hunkwee). Overall taste-nya ngingetin saya sama jenang (bubur) mutiara kesukaan saya di Magetan sana. Oh iya, buat makan-minum sampai perut kegirangan gituh saya cuma perlu ngeluarin 21ribu rupiah.

Warung Satria

Nasi Campur Bali

Habis itu lanjut terus sampai ke Pura Taman Ayun sejam kemudian. Dibangun taun 1634 oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Anom, Taman Ayun sendiri berarti beautiful garden *halah, nerjemahinnya kok kebalik*. Komplek pura dikelilingi kanal, yang awalnya saya pikir semacam strategi arsitektural yang berguna buat perang. Hasil googling, ternyata pada jaman dahulu kala, keluarga kerajaan biasa naik kapal lewat sungai yang tembus dari kanal ke belakang pura, untuk mengunjungi pura lain dan wilayah sekitarnya.

Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun

Ada dua gerbang di komplek pura, gerbang utama yang ada depan kanal, dan gerbang untuk masuk pura bagian dalam.

Pura Taman Ayun

Gerbang Pura

Seperti pura lainnya di Bali, ada peringatan bagi perempuan yang sedang dalam masa *maaf* menstruasi untuk tidak masuk ke dalam pura. Nevertheless, untuk Pura Taman Ayun ini, pengunjung yang “kurang beruntung” bisa puas menikmati komplek pura bagian luar yang ngga kalah cantiknya.

Pura Taman Ayun

Halaman Pura

Di bagian dalam, ada boneka barong, bale kulkul, toko suvenir, serta komplek pura yang masih digunakan sebagai tempat pemujaan.

Pura Taman Ayun

Barong

Saya baru tau klo masing-masing pura dengan meru(atap)-nya melambangkan 9 pura besar yang ada di Bali. Raja waktu itu berharap rakyatnya ngga perlu jauh-jauh, cukup beribadat di satu area aja.

Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun

Karna pura itu masih aktif dipake buat sembahyang, pintu komplek pura dikunci, jadi pengunjung cuma bisa menikmati keindahan pura dari luar pagar *model pager begini ngingetin saya sama kuburan Belanda yang ada di Kebun Raya Bogor*.

Puas ngelilingin pura, saya ngelanjutin jalan ke Lovina.

Asia Travel
Bapak Sin / Ibu Kristin
0361 – 725 672
0818 593 421

Warung Satria
Jl. WR Supratman 254
Denpasar – Bali
(0361) 464 602

6 thoughts on “Warung Satria & Pura Taman Ayun (Bali)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s